Nasional

WASPADA KABUT ASAP KARHUTLA, BKPRMI JENEPONTO IMBAU MASYARAKAT JAGA KESEHATAN

Oleh Admin BKPRMI • 13 Oktober 2026 • 560 dibaca
WASPADA KABUT ASAP KARHUTLA, BKPRMI JENEPONTO IMBAU MASYARAKAT JAGA KESEHATAN
JENEPONTO – Masyarakat Kabupaten Jeneponto diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Imbauan ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Jeneponto Nomor 400.7.8.3/226/BUPATI tentang kewaspadaan terhadap kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data kualitas udara IQAir per 12 Oktober 2026, sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan menunjukkan kualitas udara pada kategori tidak sehat. Kabupaten Maros mencatat indeks kualitas udara (AQI) sebesar 149, Kabupaten Bantaeng sebesar 126, dan Kabupaten Jeneponto sebesar 125.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan visual di PLTB Tolo Turatea pada 13 Oktober 2026, terpantau kabut tebal yang menyebabkan jarak pandang menurun. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Paparan kabut asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru-paru. Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit jantung.

Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi, kegiatan belajar-mengajar, dan pekerjaan di luar ruangan. Penurunan kualitas udara juga berpotensi mengurangi kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat.

Untuk mengurangi risiko paparan kabut asap, masyarakat diimbau menggunakan masker N95 atau KF94 saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta tetap berada di dalam ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan alat pemurni udara (air purifier) dan konsumsi air putih yang cukup juga dianjurkan untuk membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan tubuh.

Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau gejala kesehatan yang memburuk diharapkan segera mencari pertolongan medis. Warga juga diimbau mengikuti informasi resmi terkait kualitas udara dan perkembangan kondisi kabut asap dari instansi berwenang.

Melalui imbauan ini, BKPRMI Jeneponto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. Kewaspadaan bersama sangat diperlukan agar dampak kabut asap dapat diminimalkan serta aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman.

Mari tingkatkan kewaspadaan, kurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, dan bersama-sama menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap karhutla.