Daerah

BKPRMI Jeneponto Gelar Munaqasyah Serentak di 11 Kecamatan, 1.292 Santri Siap Ikuti Wisuda Akbar

Oleh Admin BKPRMI 30 Juni 2026 1,588 dibaca
BKPRMI Jeneponto Gelar Munaqasyah Serentak di 11 Kecamatan, 1.292 Santri Siap Ikuti Wisuda Akbar
JENEPONTO – Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Jeneponto kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi Qur’ani melalui pelaksanaan ujian Munaqasyah Santri TKA/TPA LPPTKA yang digelar serentak di 11 kecamatan se-Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan rutin semester pertama yang berlangsung pada Sabtu dan Ahad, 16–17 Mei 2026, mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani, Menyongsong Masa Depan Gemilang” dan diikuti ribuan santri dari berbagai unit TKA/TPA binaan BKPRMI.
Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Jeneponto, Muhammad Husni, menyampaikan bahwa sebanyak 1.300 santri mengikuti ujian Munaqasyah pada periode pertama tahun 2026.

“Dari total peserta, sebanyak 1.292 santri dinyatakan lulus, terdiri dari 572 santri laki-laki dan 720 santri perempuan. Mereka selanjutnya dipersiapkan mengikuti Wisuda Akbar yang direncanakan berlangsung pada bulan Juni mendatang,” ungkap Muhammad Husni, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan Munaqasyah tidak terlepas dari kesiapan tim penguji yang diterjunkan ke seluruh kecamatan. Sebanyak 66 munaqisy atau penguji telah mengikuti proses seleksi dan pelatihan sebelum bertugas.
“Seluruh munaqisy telah dibekali melalui pelatihan khusus pada 14 Mei 2026 sehingga proses ujian berjalan lebih terukur, tertib, dan sesuai standar LPPTKA,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Jeneponto, Tate, menilai pembinaan TKA/TPA merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi muda Jeneponto yang religius dan berdaya saing.
Menurutnya, gerakan dakwah yang dilakukan BKPRMI melalui pembinaan santri TKA/TPA sejalan dengan visi pembangunan daerah “Jeneponto Bahagia” yang mengedepankan masyarakat religius, harmonis, dan sejahtera.
“Kami meyakini pembinaan TKA/TPA sebagai fondasi awal pembentukan generasi masa depan Jeneponto yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan iman, aktif dalam kehidupan sosial keagamaan, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Tate menambahkan, penguatan dakwah dari masjid ke masjid akan menjadi salah satu pilar utama dalam melahirkan masyarakat yang harmonis dan bahagia.

“BKPRMI ingin mencetak generasi santri yang komplet, tangguh secara spiritual, aktif dalam kegiatan sosial keagamaan, serta memiliki daya saing kompetitif demi masa depan daerah yang lebih baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) BKPRMI Jeneponto, Suardi A. Kahar, menjelaskan bahwa pelaksanaan Munaqasyah telah menjadi agenda rutin setiap semester.

Ia menyebutkan, semester pertama dilaksanakan pada Mei dengan agenda wisuda pada Juni, sementara semester kedua digelar pada November dan ditutup dengan wisuda pada Desember.

“Momentum Munaqasyah ini juga menjadi ruang strategis untuk menyosialisasikan visi, misi, serta program prioritas BKPRMI Jeneponto periode 2026–2031 kepada seluruh kader dan masyarakat,” jelas Suardi.

Tidak hanya fokus pada pembinaan santri, BKPRMI Jeneponto juga menunjukkan kepedulian sosial dalam kegiatan tersebut dengan menyalurkan bantuan infaq kepada santri dan pengelola TKA/TPA kurang mampu.

Bantuan yang diberikan berupa 10 liter beras untuk santri serta 15 liter beras bagi pengelola TKA/TPA sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat.

Pelaksanaan Munaqasyah serentak ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan dalam mencetak generasi Qur’ani di Kabupaten Jeneponto. Sebanyak 1.292 santri yang dinyatakan lulus kini dipersiapkan untuk mengikuti Wisuda Akbar sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an.