Daerah
Rakerda XI BKPRMI Jeneponto: Susun Langkah Lima Tahun, Bidik Stunting, ATS, dan Dakwah Digital
Jeneponto, – Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XI di Baruga Kalabbirang, Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Sabtu (11/7/2026), bertepatan dengan 26 Muharram 1448 H.
Rakerda yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026, menjadi momentum strategis bagi BKPRMI Jeneponto dalam menyusun dan menetapkan program kerja periode 2026–2031. Program tersebut diarahkan agar sejalan dengan visi kepengurusan baru sekaligus mendukung agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si. Hadir pula Ketua DPW BKPRMI Sulawesi Selatan Drs. Muhammad Anwar Cece, Majelis Pakar DPW BKPRMI Sulsel Dr. Amruddin AE, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, Kementerian Agama, serta pengurus dan majelis BKPRMI dari berbagai tingkatan.
Ketua Panitia Rakerda XI, Abdul Rahman Akmal, S.KM., M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, khususnya Bagian Umum Setda Jeneponto, yang telah memfasilitasi penggunaan Baruga Kalabbirang sebagai lokasi kegiatan.
Menurutnya, Rakerda menjadi forum penting untuk membahas sekaligus menetapkan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Jeneponto, Abu Bakar Halim, SH, menjelaskan bahwa Rakerda dilaksanakan terpisah dari agenda pelantikan karena pelantikan kepengurusan sebelumnya telah dirangkaikan dengan Wisuda Santri pada 1 Muharram 1448 H.
Ia menegaskan, Rakerda XI menjadi ruang untuk menentukan arah kebijakan organisasi sekaligus menyesuaikan program BKPRMI dengan visi dan misi kepengurusan baru serta prioritas pembangunan daerah.
“BKPRMI Jeneponto ingin menjadi mitra strategis pemerintah. Karena itu, program kerja yang disusun juga diarahkan untuk mendukung penyelesaian persoalan daerah seperti penanganan stunting, Anak Tidak Sekolah (ATS), dan Anak Putus Sekolah (APS),” ujarnya.
Selain persoalan sosial, BKPRMI Jeneponto juga akan memperkuat pembinaan generasi muda, pendidikan Al-Qur’an, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan dakwah yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tiga Pesan Strategis DPW BKPRMI Sulsel
Ketua DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Drs. Muhammad Anwar Cece, mengapresiasi berbagai aktivitas dan capaian BKPRMI Jeneponto yang dinilai telah menunjukkan kerja nyata bahkan sebelum pelaksanaan Rakerda.
Menurutnya, Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi untuk mengkalibrasi dan menentukan arah perjuangan BKPRMI ke depan.
Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh pengurus BKPRMI Jeneponto.
Pertama, mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban. BKPRMI didorong menghadirkan kembali pemuda dan remaja ke masjid serta mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan aktivitas sosial.
Kedua, memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), organisasi kemasyarakatan Islam, serta seluruh pemangku kepentingan dalam pembinaan moral generasi muda.
Ketiga, mengembangkan inovasi dakwah di era digital. BKPRMI diharapkan mampu memanfaatkan media sosial dengan pendekatan yang kreatif, ramah, adaptif, dan relevan dengan karakter generasi muda.
Menurut Muhammad Anwar Cece, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman sekaligus mengajak generasi muda lebih dekat dengan masjid.
Pemkab Jeneponto Siap Dukung BKPRMI
Pj. Sekda Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi terhadap konsistensi BKPRMI Jeneponto dalam menjalankan berbagai program kemasyarakatan.
Ia menilai BKPRMI merupakan organisasi yang layak menjadi teladan karena para pengurusnya bekerja secara sukarela dan tetap aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus memberikan perhatian serius kepada BKPRMI, baik dalam bentuk fasilitas, dukungan pembiayaan, maupun bentuk kerja sama lainnya, karena kami melihat BKPRMI telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Aspa Muji berharap Rakerda XI mampu melahirkan program keummatan yang inovatif serta memperkuat sinergi dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mengikuti Latihan Manajemen Dakwah (LMD) I sebagai bagian dari persyaratan dalam organisasi BKPRMI.
Bahas Stunting, ATS, APS hingga Kewirausahaan
Selain sidang Rakerda, kegiatan juga dirangkaikan dengan talkshow yang membahas sejumlah isu strategis daerah, meliputi Anak Tidak Sekolah (ATS), Anak Putus Sekolah (APS), kewirausahaan, dan stunting.
Talkshow menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto.
Rakerda XI turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, Kementerian Agama, DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Majelis Pakar, Majelis Pertimbangan Daerah, unsur penasihat, serta jajaran pengurus BKPRMI Kabupaten Jeneponto.
Melalui Rakerda XI, BKPRMI Jeneponto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan remaja masjid, pendidikan Al-Qur’an, dakwah digital, pemberdayaan ekonomi umat, serta ikut berkontribusi dalam menangani berbagai persoalan sosial dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Jeneponto.
Dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, BKPRMI Jeneponto menargetkan program kerja lima tahun ke depan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rakerda yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026, menjadi momentum strategis bagi BKPRMI Jeneponto dalam menyusun dan menetapkan program kerja periode 2026–2031. Program tersebut diarahkan agar sejalan dengan visi kepengurusan baru sekaligus mendukung agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si. Hadir pula Ketua DPW BKPRMI Sulawesi Selatan Drs. Muhammad Anwar Cece, Majelis Pakar DPW BKPRMI Sulsel Dr. Amruddin AE, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, Kementerian Agama, serta pengurus dan majelis BKPRMI dari berbagai tingkatan.
Ketua Panitia Rakerda XI, Abdul Rahman Akmal, S.KM., M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, khususnya Bagian Umum Setda Jeneponto, yang telah memfasilitasi penggunaan Baruga Kalabbirang sebagai lokasi kegiatan.
Menurutnya, Rakerda menjadi forum penting untuk membahas sekaligus menetapkan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Jeneponto, Abu Bakar Halim, SH, menjelaskan bahwa Rakerda dilaksanakan terpisah dari agenda pelantikan karena pelantikan kepengurusan sebelumnya telah dirangkaikan dengan Wisuda Santri pada 1 Muharram 1448 H.
Ia menegaskan, Rakerda XI menjadi ruang untuk menentukan arah kebijakan organisasi sekaligus menyesuaikan program BKPRMI dengan visi dan misi kepengurusan baru serta prioritas pembangunan daerah.
“BKPRMI Jeneponto ingin menjadi mitra strategis pemerintah. Karena itu, program kerja yang disusun juga diarahkan untuk mendukung penyelesaian persoalan daerah seperti penanganan stunting, Anak Tidak Sekolah (ATS), dan Anak Putus Sekolah (APS),” ujarnya.
Selain persoalan sosial, BKPRMI Jeneponto juga akan memperkuat pembinaan generasi muda, pendidikan Al-Qur’an, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan dakwah yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tiga Pesan Strategis DPW BKPRMI Sulsel
Ketua DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Drs. Muhammad Anwar Cece, mengapresiasi berbagai aktivitas dan capaian BKPRMI Jeneponto yang dinilai telah menunjukkan kerja nyata bahkan sebelum pelaksanaan Rakerda.
Menurutnya, Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi untuk mengkalibrasi dan menentukan arah perjuangan BKPRMI ke depan.
Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh pengurus BKPRMI Jeneponto.
Pertama, mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban. BKPRMI didorong menghadirkan kembali pemuda dan remaja ke masjid serta mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan aktivitas sosial.
Kedua, memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), organisasi kemasyarakatan Islam, serta seluruh pemangku kepentingan dalam pembinaan moral generasi muda.
Ketiga, mengembangkan inovasi dakwah di era digital. BKPRMI diharapkan mampu memanfaatkan media sosial dengan pendekatan yang kreatif, ramah, adaptif, dan relevan dengan karakter generasi muda.
Menurut Muhammad Anwar Cece, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman sekaligus mengajak generasi muda lebih dekat dengan masjid.
Pemkab Jeneponto Siap Dukung BKPRMI
Pj. Sekda Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi terhadap konsistensi BKPRMI Jeneponto dalam menjalankan berbagai program kemasyarakatan.
Ia menilai BKPRMI merupakan organisasi yang layak menjadi teladan karena para pengurusnya bekerja secara sukarela dan tetap aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus memberikan perhatian serius kepada BKPRMI, baik dalam bentuk fasilitas, dukungan pembiayaan, maupun bentuk kerja sama lainnya, karena kami melihat BKPRMI telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Aspa Muji berharap Rakerda XI mampu melahirkan program keummatan yang inovatif serta memperkuat sinergi dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mengikuti Latihan Manajemen Dakwah (LMD) I sebagai bagian dari persyaratan dalam organisasi BKPRMI.
Bahas Stunting, ATS, APS hingga Kewirausahaan
Selain sidang Rakerda, kegiatan juga dirangkaikan dengan talkshow yang membahas sejumlah isu strategis daerah, meliputi Anak Tidak Sekolah (ATS), Anak Putus Sekolah (APS), kewirausahaan, dan stunting.
Talkshow menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto.
Rakerda XI turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, Kementerian Agama, DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Majelis Pakar, Majelis Pertimbangan Daerah, unsur penasihat, serta jajaran pengurus BKPRMI Kabupaten Jeneponto.
Melalui Rakerda XI, BKPRMI Jeneponto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan remaja masjid, pendidikan Al-Qur’an, dakwah digital, pemberdayaan ekonomi umat, serta ikut berkontribusi dalam menangani berbagai persoalan sosial dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Jeneponto.
Dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, BKPRMI Jeneponto menargetkan program kerja lima tahun ke depan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.